Monday, December 19, 2016

MATERI LKMM Pra TD 2016 | HARI KEDUA

MATERI HARI KEDUA
I.                   BERBICARA EFEKTIF
Oleh: Jontario Zainudin

Berbicara efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan sesuatu secara jelas  dan mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang jelas dan baik sehingga mudah dipahami oleh banyak kalangan.Sedangkan menurut KBBI, berbicara adalah berkata, bercakap, atau berbahasa. Sedangkan efektif dapat dipahami.

·         Matering the communication
1)      Sesuaikan dengan lawan bicara
2)      Fokus pada ide utama dan dan ssampaikan pesan secra singkat dan padat
3)      Hindari bahasa yang menghambat pembicaraan


·         Body languange
1)      Perhatikan mata para audients.
2)      Bahasa tubuh yang digunakan harus sesuai dengan tatabahasa.
3)      Suara harus jelas.

·         The appropriate us of human
1)      Disesuaikan dengan konteks materi.
2)      Sisipkan sedikit humor supaya pendengan tidak bosan dan pembicara tidak terkesan membosankan.

Apasaja hambatan dalam berbicara?
1)      Hambatan fisik
2)      Hambatan psikologi
-          Malu: malu dalam hal menyampaikan sesuatu atau pendapat
-          Grogi: bagi seseorang yang belum terbiasa berbicara di depan orang banyak.
3)      Hambatan simpatik






II.                PENDENGAR AKTIF
Oleh: Jontarian Zainuri
                       
Mendengar aktif adalah suatu usaha memperoleh pengertian dengan menggunakan indra pendengaran dan kemampuan berfikir untuk menginterpretasi suatu informasi.

            Tahap-tahap mendengar
1)      Hearing : proses awal yaitu menyimak/mendengarkan pembicara.
2)      Attention : proses memperhatikan pembicara.
3)      Understanding : memahami dan engerti apa yang pembicara sampaikan.
4)      Remembering : mengingat informasi-informasi yang disampaikan pembicara.

Aktivitas mendengar
1)      Memperhatikan
2)      Menafsirkan
3)      Mengingat
4)      Manilai
5)      Memberi alasa

Macam-macam mendengar
1)      Mendengar isi, mendengar secara keseluruhan
2)      Mendengar kritis, mengkritisi apa yang didengar
3)      Mendengar empati.

Apakah teknik-teknik mendengarkan aktif?
1)      Jangan berbicara saat pembicara menyampaikan materi karena kita tidak bisa mendengarkan dan berbicara secara bersamaan.
2)      Memahami pokok pikiram pembicara
3)      Hindari gangguan dari lingkungan luar
4)      Mencoba mengendalikan emosi
5)      Membuat catatan yang jelas dan singkat
6)      Bersikap empati.
7)      Coba untuk memahami prinsip-prinsip kominikasi nonverbal.
8)      Memberikan umpan balik.



Cara mendengar aktif
1)      Memiliki niat yang tulus terhadap pembicara dan topiknya
2)      Sediakan waktu yang cukup untuk mendengarkan
3)      Refleksikan dengan kata-kata sendiri apa yang telah disampaikan pembicara

Manfaat mendengar aktif:
1)      Meningkatkan pengetahuan karena memahami masalah akan membuka pikiran
2)      Mengurangi kesalah pahaman
3)      Meningkatkan pencapaian tujuan


III.             PENGEMBANGAN DIRI (Motivasi, Pribadi dan Organisasi)
Oleh: Firman Giri Febrianto
            Motivasi
motivasi dapat dipandang sebagai fungsi, berarti motivasi berfungsi sebagai daya enggerak dari dalam individu untuk melakukan aktivitas tertentu dalam mencapai tujuan. Motivasi dipandang dari segi proses, berarti motivasi dapat dirangsang oleh factor luar, untuk menimbulkan motivasi dalam diri siswa yang melalui proses rangsangan belajar sehingga dapat mencapai tujuan yang di kehendaki. Motivasi daipandang dari segi tujuan, berarti motivasi merupakan sasaran stimulus yang akan dicapai. Jika seorang mempunyai keinginan untuk belajar suatu hal, maka dia akan termotivasi untuk mencapainya.
            Hal-hal yang menimbulkan Motivasi
Adanya Kebutuhan.:
Dengan adanya kebutuhan maka hal ini menjadi motivasi bagi anak didik untuk berbuat dan berusaha, misalnya: anak ingin mengetahui isi cerita dari buku sejarah, keinginan untuk mengetahui isi tersebut menjadi pendorong yang kuat bagi anak untuk belajar membaca.

a.danya Pengetahuan tentang Kemajuan Sendiri
Dengan mengetahui hasil dan presentasi diri, seperti apakah ia mendapat kemajuan atau tidak, hal ini menjadi pendorong bagi anak untuk belajar lebih giat lagi. Jadi dengan adanya pengetahuan sendiri tentang kemajuannya, maka motivasi tersebut akan timbul.


b.danya Aspirasi atau Cita-cita:
Bahwa manusia itu tidak akan terlepas dari cita-cita, hal ini tergantung dari tingkat umur manusia itu sendiri. Mungkin anak kecil belum mempunyai cita-cita, akan tetapi semakin besar usia seseorang semakin jelas dan juga tegas dan semakin mengetahui jati dirinya dan juga cita-citanya yang ingin ia capainya.

c.dapun hal-hal yang adapat menimbulkan motivasi ekstrinsik adalah:
Ganjaran 
Menurut Amir Dien Indra Kusuma, ganjaran adalah merupakan alat pendidikan represif dan positif. Ganjaran adalah juga merupakan alat motivasi, yaitu alat yang bisa menimbulkan motivasi Ekstrinsik
Hukuman 
Menurut Amir Dien Indra Kusuma, satu-satunya hukuman yang dapat diterima dalam dunia pendidikan adalah hukuman yang bersifat memperbaiki hukuman yang bisa menyadarkan anak kepada keinsyafan atas kesalahan yang telah diperbuatnya.
Persaingan
Sudah jelas bahwa persaingan ini mempunyai insentif yang penting dalam pengajaran. Apabila persaingan diadakan dalam suasana yang fair, maka hal ini akan merupakan motivasi dalam “Academic Achievement” akan tetapi persaingan akan mempunyai efek yang lainnya. Disamping itu “Academic Achievement” itu sendiri dan jika persaingan itu dijalankan dengan intensif, maka:

Murid yang terbelakang akan mengundurkan diri dan juga putus asa.
Murid yang tergolong sedang maka hal ini akn menimbulkan ketegangan emosional, kekhawatiran, ataupun sikap acuh. Untuk murid yang termasuk pandai maka persaingan yang insentif akan menimbulkan optimis terhadap kemampuan mereka, yang seringkali menimbulkan keseimbangan






Organisasi
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
            Komponen dan fungsi organisasi
1)      Visi dan misi
2)      Leader dan follower
3)      Struktur dan arahan kerja
4)      Pedoman, metode dan regulasi
Fungsi organisasi ialah sebagai suatu sistem pengembangan bakat, minat dan potensi yang dimiliki.
            Peran pemimpin dan anggota
1)      Pemimpin: - pendorong
 - penengah
 - pengamat
 - pengawas
 - penggerak dan motivator
            2)  anggota: melakukan sinergisitas dalam berorganisasi dan melakuakan tugas.


IV.             AKU (Ambisi, Kenyataan, Usaha)
Oleh: Nanda Iswanto

Apa itu AKU ?

Aku merupakan singkatan dari Ambisi, Kenyataan, Usaha.

·         Ambisi adalah keinginan besar yang memiliki tujuan yang ingin di capai.
·         Kenyataan adalah Keadaan atau fakata yang di rasakan saat ini.
·         Usaha adalah tindakan nyata untuk mewujudkan sesuatu atau mencapai ambisi tersebut.

Lalu apa hubungannya??
Seseorang pada umumnya memiliki beberapa ambisi atau keinginan yang besar, Dari sebuah ambisi itu, kita bisa memproses lebih lanjut saat mengetahui kenyataan yang ada. Jenis kenyataan ada dua, yaitu internal yang meliputi Sistem Nilai dan Asumsi, kesanggupan, dan kecenderungan pribadi. Sementara faktor eksternal meliputi keadaan alam dan kesadaran sosial politik.
Ketika kita sudah memahami kenyataan yang ada, kita bisa menentukan usaha atau langkah-langkah apa saja yang akan kita ambil selanjutnya. Usaha sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu usaha proaktif dan usaha reaktif. Usaha proaktif adalah usaha yang menghampiri sebuah ambisi, atau upaya-uapay yang dilakukan demi kesuksesan suatu ambisi. Sedangkan usaha reaktif adalah usaha yang dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau hal-hal yang bisa menghalangi suatu ambisi dapat tercapai. Selain itu, kita harus mempunyai alternatif usaha untuk mengantisipasi jika nantinya terjadi kegagalan dalam meraih suatu ambisi. Tidak ada salahnya kan, sedia payung sebelum hujan?
Setelah memahami apa itu ambisi, kenyataan, dan usaha, imbangi itu semua dengan doa dan tawakal pada Tuhan Yang Maha Esa. Karena setinggi apapun ambisi kita, bagaimanapun kenyataan yang ada, dan sekeras apapun usaha kita, tetap Allah lah yang menentukan semuanya.



                       
                       

                       
                       
           

0 comments:

Post a Comment